Tuam dan Anggrek yang Hilang
Mereka menyebutku Tuam. Beberapa mengakui bahwa nama julukanku mengingatkan mereka pada sebuah kota yang terletak di negara Irlandia. Menurut referensi yang pernah kubaca, nama...
Air Bah Dini Hari
Pukul tiga dini hari. Mungkas terhempas dari mimpi. Napasnya masih tertatih. Telah beberapa hari ia bergulat dengan pikirannya sendiri. Sebagian dirinya masih ingin bekerja...
PERTIWI – Perjalanan Hati Sang Awing
Aku tumbuh di tanah yang kaya raya. Sebuah negara di mana aroma rempahnya mampu menghipnotis warga dari benua seberang untuk menetap di sini. Sebuah...
Asus ZenBook, Sahabat Perjalanan Baru
“Lo beneran nulis, ya?” Pertanyaan Luci membuyarkan konsentrasi Widya. Seketika, tatapan Widya menuju ke arah sahabatnya.
Namun, Luci sepertinya tidak menyadari keterkejutan Widya. Ia terus...
Luci dan Cinta yang Tak Pernah Sia-sia
“Astagfirullah!” Widya tercekat ketika Luci menepuk bahunya. Ia segera silangkan tangan di depan dada. Jangan sampai jantung gue ikut copot. Nggak lucu kalau gue...
Jodohku Terhalang Penjual Kerupuk
Jodoh tak akan pergi jauh ke mana, apalagi saat jodohmu bertubuh semampai (semeter limapuluh jika sedang melambai). Sungguh, tak banyak jumlah meter yang bisa...
Gie: Trilogi Narasi
Minggu Pagi Gie
Minggu pagi ini aku bangun di dalam bungkusan kain. Aroma tanah basah menabrak indra penciuman dan gelap gulita menyergap penglihatan. Kupejamkan mata....
Senja dan Cahaya Fajarku
Kau bertanya mengapa senja kerap dipandang istimewa. Seorang penulis bahkan pernah membukukan enam belas kisah tentang senja. Tidak tanggung-tanggung, sang penulis pun becerita tentang...
The Vi(r)gorous Duo
Bunyi alarm itu mengejutkanmu. Mengesalkanku. Ini hari Sabtu. Tepat dua jam setelah subuh. Tak sadarkah engkau, Kakakku? Kegaduhan itu tak berhenti sampai di situ....
Widya, Luci dan Kata Hati
“Are you okay?” Widya mengernyitkan dahi. Ia tak mengerti maksud pertanyaan sahabatnya, Luci.
“Wid, are you okay?” Luci mengulangi pertanyaannya.
“Ada apa sih, Ci? Kok lo...

















